Pada tahun 1939 pada waktu itu yang menjadi Distrik Rarang cost yang berkedudukan Selong pada waktu itu adalah Raden Nune Nuraksa ( Raden Nuh ) mengambil wilayah itu seluas 3,5 hektar termasuk padang ilalang tersebut dan dijadikan sawah , yang sampai saat ini dimiliki oleh keturunanya H.L.Nasibullah.
Untuk lebih jelasnya pemahaman kita tentang terbentuknya Desa Montong Betok kami paparkan sedikit tentang sejarahnya yang bisa dibuktikan kebenarannya .
Bermula dari hutan belantara yang bernama Hutan Montong Betok terbentuk sebuah Dasan yang dinamakan dasan Limbungan , penghuni Dasan Limbungan ini terkenal dengan keberaniannya , dan banyak yang tangguh /kuat / kebal , senang mengadu ilmu kanuragan salah seorang diantaranya yang paling terkenal bernama Demung Limbungan ( Pemimpin Dasan itu ). Tidak ada orang yang berani mengganggu wilayah itu. Sang Demung terkenal dalam perang tanding ala lampau yang disebut Begelepuk dan selalu ia menjadi pemenang, ini menyebabkan dirinya disegani, tampangnya gagah perkasa ditangannya selalu dihiasi dengan sebilah pedang panjang ( Kurang lebih satu meter dan lebarsekiar empat jari/empat nyari ). (Sumber informasi : Baloq. Gamang)
Hutan Montong Betok merupakan wilayah Desa Kilang. dari arah selatan ke utara di Hutan Montong Betok terdapat jalan yang menghubungkan Desa kota Raja dan desa Kilang. Jalan ini sangat berbahaya karena merupakan sarang perampok yang dipimpin oleh Demung Limbungan,Gembong perampok ini sangat ganas dan tak segan-segan membunuh.Petugas Desa Kilang yang ingin menyerahkan Upeti kepada Raja Karang asem lewat hutan Montong Betok, jalan ini satu satunya jalan untuk mengirim upeti . Pengiriman upeti oleh Desa Kilang Kepada Punggawa Anak Agung karang Asem selalu melalui jalan ini dengan pengawalan ketat , jarang sekali orang berani melintasinya. Karena pengiriman upeti dari Desa Kilang Ke Desa Kotaraja sering gagal karena dirampok , maka penguasa wilayah Desa Kilang minta bantuan ke Desa Sakra guna mengamankan hutan Montong Betok dari aksi perampokan gebong Demung Limbungan. Utusan Desa Sakra yang bernama Raden Belian terpilih menjadi utusan dari Desa Sakra karena ia memiliki ilmu kanuragan yang sangat tinggi , dan berkat ketangguhannya Raden Belian berhasil mengalahkan Demung Limbungan. Sebagai hadiah nya mengalahkan Demung Limbungan maka Penguasa Desa Montong Betok menyerahkan hutan Montong Betok menjadi daerah kekuasaannya,
Raden Belian membangun wilayah ini guna mempersiapkan sebuah Desa, akhirnya beberapa saat setelah Kolonial Belanda mendarat di Pulau Lombok , dan Raja Karang Asem menyerah kepada Pemerintah Belanda , pada saat itu tepatnya tahun1889 wilayah kekuasaan Raden Belian resmi menjadi sebuah desa yaitu Desa Montong Betok. Dalam perjalanan Desa Montong Betok yaitu Dasan Lekong Lima sehingga wilayah Desa Montong Betok, adalah :”WILAYAH DESA MONTONG BETOK TERBENTANG DARI SELATAN KE UTARA , DARI BUNGA BAE’ TERUS SEILUK-ILUK, EAT NGAMPONG NGERARIS RING GUNUNG GEDE “ Eat Ngampong sekarang menjadi wilayah Desa Perian . Desa Montong Betok sampai akhir tahun 2010 mempunyai wilayah sepuluh Dusun yaitu :
- Dusun Mujur
- Dusun Sundi
- Dusun Gading ( Yang asal mulanya berasal dari Dasan Limbungan )
- Dusun Temayang ( Yang asal mulanya Dasan Montong kanggo )
- Dusun Temu Bireng ( Yang dulu wilayah desa Montong Betok )
- Dusun Lekong Lima ( Yang dulu wilayah Desa Montong Betok )
- Dusun Solong ( Yang asal mulanya disebut Dasan Pesanggrahan )
- Dusun Kanjol jawa
- Dusun Bangle
10.Dusun Lunggu ( Yang asal mulanya disebut Lungguh )